Kamis, 05 Januari 2017

Alfamart Resmikan Pusat Pelatihan dan Magang Kerja Disabilitas

 Yang memiliki jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan resmikan Pusat Kursus serta Magang Kerja Disabilitas dalam Bagian Ritel di Jl. Kaliurang, Sleman, Sabtu (3/12). Peresmian pusat kursus ini sebagai bentuk dari kepedulian perusahaan pada penyandang disabilitas di Tanah Air. Lantaran sampai kini, penyandang disabilitas memanglah ada banyak yang terpinggirkan.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menyebutkan, pusat kursus ini adalah pilot project yang gagasannya bakal dikerjakan dengan cara nasional, sebagai sebagai bentuk prinsip mensupport pemerintah, penuhi kuota tenaga kerja disabilitas. Beberapa lulusan dari balai kursus ini nanti bakal jadi sisi dari sumber daya manusia perusahaan ini.

Untuk step awal, sudah dilatih 10 tenaga trainer dari staf pendamping Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, dan tujuh penyandang disabilitas yang sudah diseleksi untuk lalu dibekali dengan kompetensi sesuai sama keperluan industri ritel, dan diletakkan di warehouse serta toko Alfamart.

Dalam pengelolaannya, lanjut Solihin, perusahaan bekerja bersama dengan yayasan yang concern pada kesejahteraan penyandang disabilitas, yaitu YAKKUM. Pihaknya memanglah bekerjasama dari mulai pengaturan modul kursus sampai penyediaan fasilitas kursus serta magang kerja di sentra Rehabilitasi YAKKUM. Lantaran instansi ini mempunyai pengalaman dalam soal mengatasi penyandang disabilitas.

Diluar itu, pihaknya juga berencanaakan jual hasil product ketrampilan dari beberapa penyandang disabilitas. Ia mengharapkan, peran yang minim dari perusahaannya itu dapat memberi nilai pemberdayaan penyandang disabilitas di semua Indonesia. Harapannya, terkecuali menyerap SDM dari penyandang disabilitas, promo Alfamart serta jaringannya dapat bikin beberapa penyandang disabilitas lebih mandiri lagi.

Terkecuali program pemberdayaan serta penyerapan tenaga kerja ini, perusahaan juga menyalurkan pertolongan 5. 000 alat bantu disabilitas berbentuk kursi roda, alat bantu dengar, tongkat lanjut usia (kruk serta walker), dan tongkat tuna netra di beberapa daerah di Tanah Air, lewat program donasi customer Sharing Berbarengan Orang-orang. " Kami juga lakukan penghimpunan dana untuk aktivitas seperti ini sepanjang periode 1 November hingga 31 Desember 2015 di jaringan toko Alfamart Alfamidi, " katanya.

Acara yang di gelar bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang di hadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan Propinsi, dan perwakilan komune disabilitas. Sri Sultan menyampaikan, penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama sebagai warga negara. Hal itu selesai yang diamanatkan Undang-undang No. 8 th. 2016 mengenai Disabilitas termasuk juga dalam soal memperoleh pekerjaan.

Karenanya, sambung Sri Sultan, pemerintah mengapresiasi gagasan perusahaan swasta yang ingin menolong memberdayakan penyandang disabilitas. Terlahir dengan kelebihan apabila diperkembang dengan pas, mereka dapat membuahkan karya-karya yang berguna juga.

Berdasar pada data Disnakertrans Propinsi Yogyakarta th. 2015, dari 275 perusahaan yang diawasi, baru 24 perusahaan yang sudah mempekerjakan penyandang disabilitas beberapa 123 orang. Angka ini masihlah jauh dari harapan, mengingat jumlah penyandang disabilitas di Yogyakarta sendiri kian lebih 26. 000 orang.

Menurut Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Arshinta, sepanjang kian lebih 34 th., instansi sosial ini sudah memfasilitasi beberapa ribu penyandang disabilitas dari semua Indonesia. Pusat Rehabilitasi YAKKUM bekerja bersama dengan orang-orang, beberapa instansi mitra, pemerintah, sekolah serta perusahaan lewat beragam program rehabilitasi, untuk meraih visinya yaitu jadikan penyandang disabilitas yang mandiri dengan cara ekonomi, fisik, serta sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar